T E G U H P R I Y A N T O

Loading

BILANGAN DESIMAL

Bilangan yang menggunakan 10 angka mulai dari 0 sampai 9 berturut turut. Setelah angka 9, maka angka berikutnya 10, 11, 12, dst.

Contoh penulisan angka Desimal : 2210, 510, 

Ingat, desimal berbasis 10, maka angka 10-lah yang menjadi Subscript pada penulisan Bilangan Desimal.

BILANGAN BINER

Bilangan yang hanya menggunakan 2 angka, yaitu 0 dan 1. Bilangan Biner juga disebut bilangan berbais 2. Setiap bilangan pada bilangan biner disebut BIT. Dimana 1byte=8 bit.

Contoh penulisan : 001110102, 101110102

BILANGAN OKTAL

Bilangan berbasis 8, yang menggunakan angka 0 sampai 7.

Contoh penulisan : 178, 258

BILANGAN HEKSADESIMAL

Bilangan yang menggunakan 16 buah simbol, mulai dari 0 sampai 9, kemudian dilanjut dengan A sampai F yang merupakan simbol untuk 10 sampai 15.

Contoh penulisan : C516, B316

SISTEM RADIK  
DESIMAL 10 0,1,2,3,4,5,6,7,8,9
BINER 2 0,1
OKTAL 8 0,1,2,3,4,5,6,7
HEKSADESIMAL 16 0,1,2,3,4,5,6,7,8,9,A,B,C,D,E,F

Radiks = Jumlah Digit

KONVERSI BILANGAN

Konversi bilangan adalah suatu proses dimana satu sistem bilangan dengan basis tertentu akan dijadikan bilangan dengan basis yang lain.

  • Konversi bilangan desimal ke biner

Caranya adalah dengan membagi bilangan decimal dengan 2 dan menyimpan sisa bagi per setiap pembagian terus hingga
hasil baginya < 2. (Widayan, 2016)

Contoh : 126 (desimal) = …(biner)

127/2=63 sisa bagi 1

63/2= 31 sisa bagi 1

31/2= 15 sisa bagi 1

15/2= 7 sisa bagi 1

7/2= 3 sisa bagi 1

Hasil konversi : 11111

  • Konversi bilangan desimal ke octal

Caranya adalah dengan membagi bilangan desimal dengan 8, dan menyimpan sisa bagi per setiap pembagian terus hingga hasil baginya < 8. (Widayan, 2016)

Contoh : 19 : 8 = 2 ( sisa 3 )

2 : 8 = 0 ( sisa 2 )

Hasilnya: 3 + 2 = 5(8)

  • Konversi bilangan desimal ke hexadecimal

Caranya adalah dengan membagi bilangan decimal dengan 16 dan menyimpan sisa bagi per seitap pembagian terus hingga hasil baginya < 16. Apabila sisa bagi di atas 9 maka angkanya diubah, untuk nilai 10= A, nilai 11= B, nilai 12 =C, nilai 13 =D, nilai 14=E, nilai 15=F. (Widayan, 2016)

Contoh : 24310 (10) = …. (16)

243 : 16 = 15 sisa 3.

15 : 16 = 0 sisa 15. 15 = F

0 : 16 = 0 sisa 0….(end)

Hasilnya : 24310 adalah F316

  • Konversi bilangan oktal ke decimal

Caranya adalah dengan mengalikan satu persatu
bilangan dengan 8 (basis bilangan oktal) dengan pangkat 0, 1 dan
seterusnya dimulai dari bilangan oktal yang paling kanan. Kemudian
hasil dari semua pengalian dijumlahkan. (Widayan, 2016)

Contoh : 45(8) = …..(10)

4 X 8 (1) = 32

5 X 8 (0) = 5

—————-+

37

Hasilnya : nilai decimal = 37(10)

  • Konversi bilangan oktal ke biner

Caranya dengan memecah bilangan oktal tersebut
persatuan bilangan kemudian masing-masing diubah kebentuk biner tiga
angka. Setelah itu hasil seluruhnya diurutkan kembali. (Widayan,
2016)

Contoh: 147(8) = ……..(2)

1, binernya 001

4, binernya 100

7 binernya 111

Bilangan biner dari 147 (8) adalah : 001100111

  • Konversi bilangan oktal ke hexadecimal

Caranya adalah dengan mengkonversikan bilangan oktal terlebih dahulu ke bilangan biner, kemudian baru konversikan ke bilangan hexadesimal. Contoh konversi bilangan oktal 145 ke bilangan hexadesimal. (Haniif, 2016)

145(8) = 1 x 82 + 4 x 81 + 5 x 80

= 1 x 64 + 4 x 8 + 5 x 1

= 64 + 32 + 5

= 10110

  • Konversi bilangan biner ke desimal

Caranya adalah dengan mengalikan satu persatu
bilangan dengan 2 (basis bilangan biner) pangkat 0, pangkat 1 dst,
sesuai dengan banyaknya bilangan yang akan dikonversi, perhitungannya
dimulai dari bilangan yang paling kanan. (Nugraha, 2016)

Contoh : 1011(2) = 1×23 + 0x22 + 1×21 + 1×20

= 8 + 0 + 2 + 1

= 11(10) 

  • Konversi bilangan biner ke octal

Caranya dengan mengelompokan bilangan biner menjadi 3 buah dimulai dari bilangan biner paling kanan. Setelah dikelompokan barulah kita dapat mengkonversi menjadi bilangan Oktal. (Nugraha, 2016).

Contoh : 011010111(2) = …. (8)

Kelompok 3 (001)

1 x 2 0 = 1

1 x 2 1 = 2

0 x 2 2 = 0

— — — — – +

3

Kelompok 2 (010)

0 x 2 0 = 0 

1 x 2 1 = 2

0 x 2 2 = 0

— — — — – +

7

Kelompok 1 (111)

1 x 2 0 = 1
1 x 2 1 = 2                     
1 x 2 2 = 4

—- — — – +

2

  • Konversi bilangan biner ke hexadecimal

Caranya hampir sama dengan cara konversi bilangan biner ke oktal. Yang membedakan ada pada pengelompokan bilangan binernya, pada bilangan oktal dalam satu kelompok terdiri dari 3 buah bilangan biner sedangkan pada hexadesimal dalam satu kelompok terdiri dari 4 buah bilangan biner. Contoh: (Nugraha, 2016)

Soal 11001101(2) = …(16)

1100, Nilai desimalnya 12, 12 = C

1101, Nilai desimalnya 14, 14 = E

Bilangan Hexa dari 11001101(2) adalah C E (16)

  • Konversi bilangan hexadesimal ke decimal

Caranya yaitu dengan mengalikan masing-masing bit dalam bilangan dengan position valuenya. (Zizura, 2016)

Untuk mengkonversi 31 menjadi bilangan decimal, perhitungan berikut :

3 x 161 = 3 x 16 = 48

1 x 160 = 1 x 1 = 1

total  48 + 1 = 49

3116 heksadesimal = bilangan desimal 4910

  • Konversi bilangan hexadesimal ke biner

Metode dan caranya hampir serupa dengan konversi Oktal ke Biner. Hanya pengelompokkannya sebanyak dua bit.

Contoh : A7F(16) = … (2)

A = 10, Binernya 1010

7 = 7, Binernya 0100

F = 15, Binernya 1111

Bilangan Biner dari A7F(16) adalah 101001001111(2)

  • Konversi bilangan hexadesimal ke oktal

Caranya dengan mengubah bilangan hexa ke biner kemudian diubah menjadi bilangan oktal. Ringkasnya hexa->biner->octal.

Contoh : C54 (16) =  …. (8)

    1. Hexadesimal ke biner (C = 1100, 5 = 0101, 4 = 0100)
    2. Biner ke oktal (110 = 6, 001 = 1, 010 = 2, 100 = 4)

Jadi, nilai bilangan hexadesimal C54 = 6124 (bilangan oktal).

 

Lanjutkan Membaca :

Modul Siskom X : Modul 1 (Bagian 2)

Leave a Comment