T E G U H P R I Y A N T O

Loading

Pengertian BIT dan BYTE

  • Pengertian Bit

Bit adalah satuan unit data terkecil dalam komputasi digital yang pada dasarnya terdiri dari satu digit biner (bisa berupa nilai 0 ataupun 1). Bit sebenarnya merupakan singkatan dari Binary Digit (Digit Biner). Biner merupakan sistem bilangan yang berbasis dua yaitu hanya terdiri dari angka 0 dan 1 saja. 0 (nol) menandakan kondisi “OFF” atau tidak ada aliran arus listrik pada rangkaian elektronik sedangkan 1 (satu) adalah kondisi “ON” atau adanya aliran arus listrik pada rangkaian elektronik. Kondisi Bit ini juga dapat mewakilkan nilai logika seperti “TRUE” atau “FALSE” dan “YES” atau “NO”. Bit biasanya dilambangkan dengan “b” (huruf b kecil). Satuan kecepatan transfer data pada umumnya menggunakan bit per second (bit per detik) atau disingkat dengan “bps”.

Sebagai contoh, kode bilangan biner 10102 ini terdiri dari 4 bit dan mewakili nilai 10 pada sistem bilangan Desimal. Cara perhitungan untuk mengkonversikan bilangan biner ke bilangan desimal adalah sebagai berikut :

10102 = (1 x 23 ) +  (0 x 22 ) + (1 x 21 ) +  (0 x 21)

10102 = 8 + 0 + 2 + 0

10102 = 1010

  • Pengertian Byte

Byte adalah kumpulan 8 bit yang digabung menjadi satu. Dengan kata lain, 1 byte adalah sama dengan 8 bit. Satuan byte ini sering digunakan untuk menyatakan kapasitas suatu media penyimpanan seperti kilobyte (KB), megabyte (MB), gigabyte (GB) dan terabyte (TB). Lambang atau simbol yang biasanya digunakan untuk byte adalah huruf “B” (huruf B besar). Lambang inilah yang dijadikan sebagai pembeda antara Byte dengan Bit dalam penulisan singkatan satuannya. 1 byte dapat mewakili rentang nilai dari 0 hingga 255 dalam bilangan desimal.

Mengapa dikatakan mewakili rentang 0 hingga 255 ?

Di bawah ini adalah perhitungannya.

0000 00002 = 010

1111 11112 = 25510

Dalam bahasa Indonesia, byte sering disebut dengan Bita.

Perlu diketahui bahwa perhitungan kilo, mega dan giga pada byte yang berbilangan biner 8 bit berbeda dengan sistem bilangan desimal yang umum dipakai. 1 kilobyte atau 1KB dalam sistem bilangan biner adalah adalah 1,024 byte ( 210) dan 1 megabyte atau 1MB adalah terdiri dari 1.024 kilobyte.

Contoh

Jika suatu media penyimpanan digital atau Harddisk dikatakan memiliki kapasitas penyimpan 500GB berapakah Kilobyte-nya ?

Jawabannya adalah 512,000KB, berikut ini cara perhitungannya.

Penyelesaiannya :

500 x 1024 = 512,000 KB

Prefix Satuan SI pada Byte dan konversinya

1 byte (B) = 8 bits (b)

1 Kilobyte (KB) = 210 bytes = 1,024 byte

1 Megabyte (MB) = 220 bytes = 1,048,576 byte

1 Gigabyte (GB) = 230 bytes = 1,073,741,824 byte

1 Terabyte (TB) = 240 bytes = 1,099,511,627,776 byte

  • Kode BCD

Kode BCD (Binary Codec Decimal) adalah kode yang paling sederhana karena pada dasarnya kode BCD merupakan konversi dari desimal ke biner. Kode BCD standar disebut juga kode 8421. Setiap desimal dikodekan dengan satu angka BCD yang terdiri dari 4 bit.

Decimal Kode BCD 8, 4, 2, 1
0 0000
1 0001
2 0010
3 0011
4 0100
5 0101
6 0110
7 0111
8 1000
9 1001

BCD (Binary Code Decimal) BCD adalah sistem pengkodean bilangan desimal yang metodenya mirip dengan bilangan biner biasa; hanya saja dalam proses konversi, setiap simbol dari bilangan desimal dikonversi satu per satu, bukan secara keseluruhan seperti konversi bilangan desimal ke biner biasa.

Hal ini lebih bertujuan untuk “menyeimbangkan” antara kurang fasihnya manusia pada umumnya untuk melakukan proses konversi dari desimal ke biner -dan- keterbatasan komputer yang hanya bisa mengolah bilangan biner. Untuk lebih jelas, dapat dilihat pada contoh berikut : Misalkan bilangan yang ingin dikonversi adalah 17010.

Sesuai dengan posting saya yang sebelumnya, dapat dilihat bahwa bilangan biner dari :

110—-> 00012 710—-> 01112 010—-> 00002

Tetapi, berhubung hasil yang diinginkan adalah bilangan BCD, maka basis bilangannya tinggal ditulis sebagai berikut :

110—-> 0001BCD 710—-> 0111BCD 010—-> 0000BCD

maka, nilai BCD dari 17010 adalah 0001 0111 0000BCD. Harap diperhatikan bahwa setiap simbol dari bilangan desimal dikonversi menjadi 4 bit bilangan BCD.

  • Kode Excess-3 (XS3)

Kode XS3 dapat diperoleh dengan cara menambahkan 3 (0011) kepada kode BCD standar. Kode XS3 memiliki sifat self complementing. Maksudnya apabila XS3 dikomplemenkan akan menghasilkan komplemen dalam desimal.

Decimal Kode XS3
0 0011
1 0100
2 0101
3 0110
4 0111
5 1000
6 1001
7 1010
8 1011
9 1100

  • Kode Gray

Dalam kode gray 5-9 merupakan cerminan dari kode gray 0-4 (kecuali bit keempat dari kanan). Sifat ini disebut sifat reflective.

Decimal Kode Gray
0 0000
1 0001
2 0011
3 0010
4 0110
5 1110
6 1010
7 1011
8 1001
9 1000

Sandi Gray dibentuk dari susunan LSB 0 dan 1 untuk dua kelompok sandi pertama, kemudian 1 dan 0 untuk dua sandi berikutnya, demikian seterusnya. Kelompok sandi berikutnya merupakan pemantulan sandi LSB sebelumnya.

Leave a Comment