T E G U H P R I Y A N T O

Loading

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتهُ

بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَـنِ ٱلرَّحِيم
الْحَمْدُ للَّهِ رَبِّ الْعَـلَمِينَ
اللهم صل على سيدنا محمد وعلى آله وصحبه وسلم

Semoga Allah selalu menetapkan iman kita, menyinari cahaya kebaikan dalam hati kita, memudahkan urusan kita, memberikan keberkahan rezeki kita, dan menerima semua amal ibadah kita, aamiin.

SAAT SEMUA BERPALING

  • Disaat kita mengetuk pintu kebaikan manusia, namun mereka tak menghiraukan kita,
  • Disaat kita percaya pada seseorang, namun ia mengkhiananti kita,
  • Disaat kita berharap pada seseorang yang kita anggap bisa diandalkan, namun ternyata ia mengecewakan kita,
  • Disaat semuanya berpaling dari kita.

Maka disaat itulah Allah ingin agar kita kembali dan hanya berharap kepada-Nya saja.

Bila Allah menginginkan kemudahan bagi hamba-Nya, maka jalan keluar akan datang dari jalan yang tidak disangka-sangka.

Orang yang paling bahagia di dunia ini adalah orang yang menghadapkan wajahnya pada Allah.

Orang yang paling bahagia di dunia ini adalah orang yang menautkan hatinya kepada Allah. Dirinya yakin bahwa jalan keluar dari berbagai kesulitan hanya akan datang dari Allah semata.

وَمَنْ أَحْسَنُ دِينًا مِمَّنْ أَسْلَمَ وَجْهَهُ لِلَّهِ وَهُوَ مُحْسِنٌ وَاتَّبَعَ مِلَّةَ إِبْرَاهِيمَ حَنِيفًا ۗ وَاتَّخَذَ اللَّهُ إِبْرَاهِيمَ خَلِيلًا

“Dan siapakah yang lebih baik agamanya daripada orang yang ikhlas menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang diapun mengerjakan kebaikan, dan ia mengikuti agama Ibrahim yang lurus? Dan Allah mengambil Ibrahim menjadi kesayangan-Nya.“
(QS An-Nisa:125)

Ketika manusia menghina kita, maka ketahuilah bahwa mereka tidak dapat membuat kita mulia atau terhina.
Ketika manusia mengejek kita, maka ketahuilah bahwa mereka tidak dapat memberi manfaat maupun mudharat terhadap kita.

Jika musibah dan hinaan manusia begitu hebatnya, maka ketahuilah bahwa kita memiliki Allah yang tidak akan pernah mengecewakan kita, yang mendengar segala keluh-kesah kita, Yang Maha Mengetahui segala yang tersembunyi, yang menunjukkan kasih sayang-Nya pada kita, yang selalu mendengar setiap doa permintaan kita.

أَمَّنْ يُجِيبُ الْمُضْطَرَّ إِذَا دَعَاهُ وَيَكْشِفُ السُّوءَ وَيَجْعَلُكُمْ خُلَفَاءَ الْأَرْضِ ۗ أَإِلَٰهٌ مَعَ اللَّهِ ۚ قَلِيلًا مَا تَذَكَّرُونَ

“Bukankah Dia (Allah) yang memperkenankan (doa) orang yang dalam kesulitan apabila dia berdoa kepada-Nya, dan menghilangkan kesusahan dan menjadikan kamu (manusia) sebagai khalifah (pemimpin) di Bumi? Apakah di samping Allah ada Tuhan (yang lain)? Sedikit sekali (nikmat Allah) yang kamu ingat.”
(QS An-Naml : 62)

Tidaklah seorang hamba berdoa dengan tulus saat musibah menimpanya, kecuali Allah memberinya satu dari dua perkara:

  1. Jika Allah mengetahui bahwa kesulitannya lebih baik diangkat, maka Dia akan mengangkatnya segera.
  2. Jika Allah mengetahui bahwa kesulitan tersebut belum saatnya diangkat, maka Allah akan mengilhamkan keyakinan, keimanan dan ketundukan pada takdir-Nya.

Sehingga dia merasakan musibah itu bagai nikmat yang harus disyukuri. Dan derajatnya pun ditinggikan.

Saat musibah menimpa, justru saat itu adalah saat yang tepat untuk menyepi dengan Allah, membiarkan diri hanyut terbawa dalam lautan munajat.

Manusia yang paling bahagia adalah manusia yang hanya mengeluh pada Allah, bukan pada manusia.

Manusia yang paling bahagia adalah manusia yang hanya yakin kepada Allah bukan pada manusia.

Tujuan dari ujian adalah agar kita lari menuju Allah.
Tujuan dari ujian adalah agar seorang hamba hanya mengadu pada-Nya dan berpaling dari selain-Nya.

Sumber : Tausiyah Syaikh Muhammad bin Muhammad Al-Mukhtar As- Syinqity hafidzahullah-

#ayatmuhasabah

@ayatchannel

Leave a Comment